Archive for February, 2008

ARTI TALI SILATURAHMI

Tuesday, February 19th, 2008

Menurut Rasulullah, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang
suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur
kepadanya
Muhammad Baqir ra pernah mendapat wasiat dari ayahnya
(Imam Zainul Abidin, ra). Ia (kata Baqir) telah berwasiat kepadaku,
“Janganlah duduk bersama lima jenis manusia. Jangan berbicara kepada
mereka, bahkan jangan berjalan bersama mereka, meskipun tidak disengaja.
Pertama, Orang Fasik. Karena ia akan menjualmu hanya untuk sesuap makanan.
Kedua, Orang Bakhil. Karena ia akan memutuskan hubungan di saat kita kita memerlukan.
Ketiga, Pembohong. Karena ia akan menipumu. Karena ia akan senantiasa menipumu.
Keempat, Orang Bodoh. Karena ia berkeinginan memberikan manfaat bagimu, namun karena kebodohannya, ia jutru merugikanmu.
Kelima, Orang yang memutuskan tali silaturahmi. Karenanya, janganlah berdekatan dengannya.
Salaman

Memutus
tali silaturahmi adalah sesuatu yang dilarang oleh agama Islam. Dalam
Q.S an-Nisa’: 1, Allah berfirman, “Dan bertaqwalah kepada Allah yang
dengan mempergunakan nama-namaNya, kamu saling meminta, dan
(peliharalah) hubungan silaturahmi.”
Dalam kitab Ahkam
al-Qur’an-nya, Ibnu al-Arabi menafsirkan ayat ini dengan: "Takutlah
kepada Allah untuk berdosa kepada-Nya dan takutlah untuk memutus tali
silaturahmi".
Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. berkata, ketika sore
hari pada hari Arafah, pada waktu kami duduk mengelilingi Rasulullah
saw, tiba-tiba beliau bersabda, “Jika di majelis ini ada orang yang
memutuskan silaturahmi, silahkan berdiri, jangan duduk bersama kami.”
Dan ketika itu, diantara yang hadir hanya ada satu yang berdiri, dan
itupun duduk di kejauhan. Dan dalam waktu yang tidak lama, ia kemudian
duduk kembali. Rasulullah bertanya kepadanya,”Karena diantara yang
hadir hanya kamu yang berdiri, dan kemudian kamu datang dan duduk
kembali, apa sesungguhnya yang terjadi? Ia kemudian berkata, “Begitu
mendengar sabda Engkau, saya segera menemui bibi saya yang telah
memutuskan silaturahmi dengan saya. Karena kedatangan saya tersebut, ia
berkata, “Untuk apa kamu dating, tidak seperti biasanya kamu dating
kemari.” Lalu saya menyampaikan apa yang telah Engkau sabdakan.
Kemudian ia memintakan ampunan untuk saya, dan saya meminta ampunan
untuknya (setelah kami berdamai, lalu saya datang lagi ke sini).
Lalu
Rasulullah bersabda, “Kamu telah melakukan perbuatan yang baik,
duduklah, rahmat Allah tidak akan turun ke atas suatu kaum jika di
dalamnya ada orang yang memutuskan silaturahmi.”
Rasulullah pernah
bersabda,”Tidak ada satu kebaikanpun yang pahalanya lebih cepat
diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak aka satu dosapun yang
adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di
akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi.”
Dalam
sebuah riwayat lain, dari Anas r.a, ia berkata bahwa Rasullah saw
bersabda, “Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan
bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung
tali silaturahmi. [Mutafaq ‘alaih]
Ali r.a meriwayatkan dalam sebuah
hadist, “Barangsiapa yang mengambil tanggungjawab atas suatu perkara,
aku akan menjamin baginya empat perkara. Barangsiapa bersilaturahmi,
umurnya akan dipanjangkan, kawan-kawannya akan cinta kepadanya,
rezekinya akan dipalangkan, dan ia aman masuk ke dalam surga. (Kanzul
‘Ummal).
Al-Qurthubi mengatakan, "Seluruh agama sepakat bahwa
menyambung silaturahmi wajib dan memutuskannya diharamkan". Ibnu Abidin
al-Hanafi mengatakan;"Menyambung silaturahmi wajib meskipun hanya
dengan mengucapkan salam, memberi hadiah, memberi pertolongan, duduk
bareng, ngobrol, bersikap ramah dan berbuat baik. Kalau seseorang yang
hendak disilaturahmi berada di lain tempat cukup dengan berkirim surat,
namun lebih afdol kalau ia bisa berkunjung ke tempat tinggalnya". Orang
yang menyambung silaturahmi akan mendapat balasan di dunia berupa:
kedekatan kepada Allah, rezekinya diluaskan, umurnya dipanjangkan,
rumahnya dimakmurkan, tercegah dari mati dengan cara tidak baik,
dicintai Allah dan dicintai keluarganya. Yang lebih penting dari itu
semua, di akhirat kelak, ia akan mendapat balasan surga dari Allah SWT:
Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, "Wahai Rasulullah kabarkanlah
kepadaku amal yang dapat memasukkan akan ke surga". Rasulullah
menjawab; "Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan
segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau
menyambung silaturahmi". (HR. Bukhari). Dan yang terakhir,
Rasulullah pernah berkata pada sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq r.a bahwa
tiga perkara berikut ini benar adanya. Pertama, barangsiapa yang
dizalimi kemudian ia memaafkan, maka kemuliannya akan bertambah. Kedua,
barangsiapa yang meminta-minta untuk meningkatkan hartanya, maka,
hartanya akan berkurang. Ketiga, barangsiapa yang membuka pintu
pemberian dan silaturahmi, maka hartanya kan bertambah.

diambil dari www.hidayah.com

ternyata
Allah tuh memang adil banget ya. Seperti yang aku katakan tadi, semua
perbuatan ada balasannya kok. Ya biar saja Dia mau melakukan apapun
yang dia mau.  Meski dalam hati terdalam aku nggak bisa menerima itu,
tapi akan kucoba untuk ikhlas kok. Insya Allah, rasanya malu aku pada
Allah jika tidak bersyukur atas nikmatnya padaku. Akan semua yang
pernah Allah anugerahkan padaku hingga detik ini. Semuanya sudah diatur
dan direncanakan oleh Allah. Termasuk aku nggak perlu memaki-maki Dia, sudah ada kok yang mewakili, Contohnya. Aku nggak usah capek
cari info, tentang siapa Dia, tentang masa lalunya, Allah telah
mengirimkan kabar tentang Dia padaku secara tidak terduga. Soal tali
silaturahmi yang mungkin terputus, aku sudah mendapatkan ganti yang tak
terhitung jumlahnya. Meski sangat disayangkan sekali, tali
silaturahmiku dengan Dia putus begitu saja. Yang jelas bukan aku yang
memutuskannya !!.

Namun
aku terus berdoa, semoga suatu saat nanti Dia mau membuka hatinya lagi
untukku, sebagai sahabat atau teman pastinya. Namun ini bukan berarti
aku mengemis padanya. Aku lakukan ini, sebagai kewajiban sebagai
seorang muslim, Adalah dosa  memutuskan  sebuah tali silaturahmi.

Friday, February 15th, 2008

jika kau menutup mata, dan menghalangi cahaya apapun dengan tanganmu, engkau akan menemukan aku: serupa benang sengkarut dari apa yang telah kau lihat. setangkup gelap yang tak pernah kau harap. yang mungkin mengamankan engkau dari warna dan dunia

Engkau tak akan beranjak kemanapun. meski tubuhmu menyimpan kenangan, tetapi engkau bersamaku. tanpa bunga2, airmata dan yang pernah berguna bagi penglihatanmu

Engkau akan menemukan dirimu dalam sebuah musim; penuh lumpur. melesap di rimbun dedaun runtuh. kehilangan mata dan tubuh

Engkau tak akan tahu, matahari ataukah hujan yang kelak akan menguraimu. engaku tak dapat melihat apa2 yang dapat dengan jelas mereka lihat

Mungkin engkau akan bergelut dengan tanah. lantas menjadi sebatang pohon pada musim berikutnya.

Saat itu datang, cinta jatuh di kedua kakimu. dan engkau tak mampu membungkuk dan memungutnya. TAPI ENGKAU BERSAMAKU. BERDAMAI DENGAN KETIADAAN